♺ Google is the best teacher ♺ | University of Gunadarma IT ☺

LAMP Server dengan Fedora 16 XFCE


Salah satu keunggulan Linux adalah dapat digunakan sebagai Desktop ataupun Server sekaligus. Server di Linux yang paling mudah dipasang adalah WebServer dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk membuat local web server untuk keperluan belajar membuat website atau bagi web desainer dalam membuat desain web. Catatan kali ini adalah membuat WebServer LAMP yang merupakan kepanjangan dari Linux, Apache WebServer, MySQL database server serta PHP. Fokusnya adalah mengenai aturan pengelolaan Service httpd dan mysqld yang tidak semudah seperti waktu dulu pada Rilis Fedora 14 dan sebelumnya. Pada rilis-rilis lawas tersebut, httpd dan mysql sudah terdapat pada System Config Services. Untuk start dan stop menggunakan System Config Services.

Inslatasi Linux Distribusi Fedora

Asumsinya bahwa Fedora 16 XFCE sudah terpasang dengan metode LiveUSB. Fedora 16 XFCE LiveCD dapat diunduh pada Fedora Project. Bisa juga menggunakan LiveCD Fedora 16 biasa (GNOME), namun buat ngoprek server sebaiknya tingalkan saja keindahan Desktop dan pilih kecepatan dan kesederhanaan yang ada di XFCE.
Mulai Fedora 15 dan khususnya Fedora 16 untuk mengelola Services digunakan systemctl yang secara bawaannya belum memasukkan httpd dan mysqld sebagai service dan harus dimasukkan secara manual. Tujuannya adalah unuk memaksimalkan keamanan (Security) jika memang kedua daemon tersebut tidak diperlukan. Sebelum instalasi httpd (Apache), MySQL dan PHP,  pasang dulu saja beberapa paket aplikasi System Config, sebagai contoh adalah system-config-services dan system-config-firewall jika memang dirasakan perlu.

System Config Services

Instalasi System Config Services adalah sebagai berikut:
01[ywandanoe@localhost ~]$ sudo yum install system-config-services
02[sudo] password for ywandanoe:
03Loaded plugins: langpacks, presto, refresh-packagekit
04Google                                                   |  951 B     00:00
05adobe-linux-i386                                         |  951 B     00:00
06fedora-chromium                                          | 3.4 kB     00:00
07fedora-chromium/primary_db                               |  14 kB     00:00
08fedorautils                                              | 3.2 kB     00:00
09rpmfusion-free-updates                                   | 3.3 kB     00:00
10rpmfusion-free-updates/primary_db                        | 8.4 kB     00:00
11rpmfusion-nonfree-updates                                | 3.3 kB     00:00
12rpmfusion-nonfree-updates/primary_db                     | 7.8 kB     00:00
13skype                                                    | 1.2 kB     00:00
14updates/metalink                                         | 5.2 kB     00:00
15updates                                                  | 4.7 kB     00:01
16updates/primary_db                                       | 1.2 MB     00:14
17updates/group_gz                                         | 431 kB     00:06
18Setting up Install Process
19Resolving Dependencies
20--> Running transaction check
21---> Package system-config-services.noarch 0:0.101.7-1.fc16 will be installed
22--> Processing Dependency: gamin-python for package: system-config-services-0.101.7-1.fc16.noarch
23--> Running transaction check
24---> Package gamin-python.i686 0:0.1.10-10.fc16 will be installed
25--> Finished Dependency Resolution
26
27Dependencies Resolved
28
29================================================================================
30Package                     Arch        Version              Repository   Size
31================================================================================
32Installing:
33system-config-services      noarch      0.101.7-1.fc16       fedora      199 k
34Installing for dependencies:
35gamin-python                i686        0.1.10-10.fc16       fedora       33 k
36
37Transaction Summary
38================================================================================
39Install       2 Packages
40
41Total download size: 232 k
42Installed size: 232 k
43Is this ok [y/N]:
System Config Services pada Fedora XFCE dapat dijalankan melalui Applications Menu >> Administration >> Services

Instalasi Apache HTTPD server

Instalasi httpd server dapat menggunakan paket yang sudah tersedia dalam repo everything Fedora 16, atau jika ingin paket-paket server rilis versi terbaru dapat menggunakan repository Remi. Asumsinya semua paket akan memakai repository yang sudah tersedia di Fedora 16. Untuk memasang repo Remi secara manual dapat membaca post mengenai Pasca Instalasi Fedora 15. Untuk memasang httpd server cukup dilakukan dengan perintah:
1[ywandanoe@localhost ~]$ sudo yum install httpd
Bisa di periksa pada System Config Services belum terdapat service httpd seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas.

Instalasi MySQL Server

MySQL server tidak memiliki aplikasi GUI untuk mengelolanya, biasanya pengguna harus menguasai perintah-perintah berbasis text untuk mengelola database seperti menambahkan user, melakukan perubahan privileges user, membuat database dan sebagainya. Pada kegiatan awal setelah instalasi MySQL biasanya dilanjutkan dengan paling tidak menambahkan user selain root yang digunakan untuk keperluan selanjutnya. Tools yang bagus dan cukup mudah untuk dipakai untuk mempelajari MySQL sekaligus perintah teksnya adalah MySQL Workbench. Instalasinya adalah sebagai berikut, instalasi MySQL Server dan MySQL Workbench,
1[ywandanoe@localhost ~]$ sudo yum install mysql-server mysql-workbench
Selanjutnya adalah menghidupkan httpd dan mysql service daemon,
httpd service
1[ywandanoe@localhost ~]$ sudo systemctl enable httpd.service
2[sudo] password for ywandanoe:
3ln -s '/lib/systemd/system/httpd.service''/etc/systemd/system/multi-user.target.wants/httpd.service'
mysql service
1[ywandanoe@localhost ~]$ sudo systemctl enable mysqld.service
2ln -s '/lib/systemd/system/mysqld.service''/etc/systemd/system/multi-user.target.wants/mysqld.service'
Periksa pada System Config Service untuk melihat httpd dan mysqld sebagai service,
Terlihat bahwa httpd dan mysqld sudah terdaftar dalam service pada System Config Services, untuk menjalankan service httpd dan mysql tinggal klik saja tombol start, tunggu beberapa saat sampai tanda segitiga berubah menjadi kotak.
Tahap berikutnya melakukan pemberian root password mysql dengan menggunakan mysql_secure_installation,
1[ywandanoe@localhost ~]$ sudo/usr/bin/mysql_secure_installation
Selain men-set root mysql password, perintah ini akan melakukan beberapa langkah pengamanan seperi menghapus database test, menghapus anonimous user dan beberapa langkah pengamanan lainnya,
NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

In order to log into MySQL to secure it, we\'ll need the current
password for the root user.  If you\'ve just installed MySQL, and
you haven\'t set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] Y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

By default, a MySQL installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MySQL without having to have a user account created for
them.  This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother.  You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] Y
... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] Y
... Success!

By default, MySQL comes with a database named 'test' that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] Y
- Dropping test database...
... Success!
- Removing privileges on test database...
... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] Y
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you\'ve completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!
Biasanya untuk keperluan web server lokal, mysql diakses sebagai localhost saja, kecuali jika ingin diakses dari tempat lain maka perlu di set port 3306 pada firewall. Root User Mysql digunakan hanya untuk keperluan penting saja, oleh karena itu buatlah user lain dan berikan beberapa grant access dengan menggunakan MySQL Workbench.

Instalasi PHP Hypertext Preprocessor

Jika ingin memasang WordPress, Joomla!, Drupal ataupun CodeIgniter misanya, atau ingin belajar PHP, maka tahap terakhir adalah memasang php dan beberapa pustaka php lainnya seperi php-mysql sebagai berikut,
1[ywandanoe@localhost ~]$sudo yum  -y install php php-common php-pear php-pdo php-mysql php-pecl-memcache php-gd php-mbstring php-mcrypt php-xml
Selanjutnya cek konfigurasi web server, mysql dan php dengan membuat file info.php di webroot directory,
1[ywandanoe@localhost ~]$sudo gedit /var/www/html/info.php
Jalankan firefox dan buka halaman info.php yang telah dibuat tadi

Akses MySQL dan HTTPD dari Jaringan

Agar supaya MySQL dan WebServer LAMP dapat diakses dari PC komputer lain melalui Jaringan, maka perlu di set sesuatu pada Firewal. Caranya mudah saja cukup memakai System Config Firewall pada XFCE Applications Menu >> Administration >> Firewall
Setting httpd untk akses jaringan dari pc lain,
Setting Port 3306 untuk akses MySQL dari jaringan (jika perlu), Klik Other Port seperti yang ditujukkan pada gambar di atas dan akan muncul jendela konfigurasi Port and Protocol,

Hey… pssst… pssstt!

Ternyata setting WebServer di Linux sangat mudah ya? Mengapa settingnya tidak pakai command line? Linux itu sekarang milik semua orang termasuk pembelajar seperti kita bukan milik admin dan geek saja… ya…
READMORE
 

Tutorial Fedora dalam Basa Sunda


Sayah punya kenalan namanya Kang AMID, kenalnya sih di Google Plus, namun berlanjut di Facebook. Nah Kang AMID mah sangat Nyunda… bahkan blognya pun Basa Sunda sajah. Jika ada Linuxer yang kangen tutorial pakai Basa Sunda bisa silahkan tengok postingan Kang AMID mengenai pembuatan LiveUSB dengan menggunakan paket aplikasi Fedora Live USB Creator. Mangga silahkan kunjungi di tkp:http://ciburuan.wordpress.com/2011/11/29/fedora-liveusb-creator-pakakas-pikeun-ngasupkeun-sistem-operasi-kana-plesdis/
Ieu program atawa pakakas bisa dipaké pikeun nyieun plésdis (flashdisk) paranti masang sistem operasi kompiuter (booting tina plésdis). Ngaliwatan program ieu plésdis bisa dipormat kalawan diasupan program sistem operasi anu baris dipasang kana kompiuter. Jadi masang sistem operasi kompiuter teu kudu maké sidi (CD) atawa dipidi (DVD) deui.
Dari sinih saja jadi panasaran, apakah ada blog-blog yang ngoprek Linux pakai bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, Bahasa Karo, Bahasa Minang dan bahasa-bahasa daera lainnya di Nusantara tercinta ini. Kayaknya asyik yah?

READMORE
 

Lisa yang cantik: LinuxMint 12


Setelah ditunggu-tunggu akhirnya Lisa dirilis juga! Lisa memang benar-benar cantik, bening dan elegan! Ya! Lisa adalah nama kode LinuxMint 12. Distro LinuxMint berhasil merebut tahta Distro Nomor 1 di dunia yang sudah sangat lama diduduki oleh distro induknya, Ubuntu. Team LinuxMint memang genius… berbeda dengan pengembang Ubuntu yang terpuruk dengan Unity, Mint malah tetap menghadirkan suasana tradisional di dalam kecanggihan Gnome Shell atau Gnome 3 dengan MGSE-nya. Selintas nggak ada perbedaan suasana seperti yang dialami oleh Ubuntu-ers yang merasa kurang nyaman dengan Unity desktop.
LinuxMint dapat diunduh secara bebas dan tersedia untuk versi 32bit dan 64bit. Jika ingin mendapatkan fitur LinuxMint yang maksimal, dapat mengunduh versi DVD. Namun jika terlalu berat untuk mendapatkan DVD, bisa mengunduh versi Live-CD, namun tanpa codecs proprietary. Tersedia beberapa pilihan unduh, agar tidak terlampau berat, namun membutuhkan kesabaran, dapat mengunduh dengan menggunakan torrent.
LinuxMint yang saya cicipi dipasang dan berjalan dalam VirtualBox. Namun sayang, Live media DVD tidak mampu menampilkan MGSE secara utuh setelah boot, padahal sudah diset memory vga VirtualBox sebesar 64 Mb dan sudah di set akselerasi 3D. Namun setelah dipasang pada VirtualBox HDD, Lisa tampil cantik dengan MGSE-nya. MGSE atau Mint Gnome Shell Extension sangat jenius dan memudahkan pengguna LinuxMint 12 dalam menjelajahi sistem operasi ini. Yeah! LinuxMint seperti memiliki dua panel sebagaimana biasanya Desktop Linux tradisional. Gnome Shell bar di sebelah atas dan MGSE di sebelah bawah.
MGSE ini mengingatkan saya pada Gnome Menu pada OpenSuse, dan membuat penggunanya tidak seperti berada dalam lingkungan baru yang asing seperti pengguna Gnome Shell 3 pada Fedora dan OpenSuse atau bahkan pada Ubuntu dengan Unity yang banyak dikeluhkan penggunanya.
Di sebelah ujung kanan terdapat tombol notifikasi (tombol dengan tanda !), dan penunjuk Workspace (kotak yang berangka 1). LinuxMint masih menggunakan Paket Manajer Synaptic untuk memasang berbagai aplikasi. Menurut saya Synaptic ini lebih enak ketimbang Software Center milik Ubuntu yang kadang tidak menampilkan koleksi paket aplikasi yang lengkap. Paduan sempurna antara kesederhanaan, tradisonal dan teknologi terbaru Gnome Shell disuguhkan oleh LinuxMint 12 Lisa.
Distro ini memang sudah dipersenjatai secara lengkap dengan codecs multimedia pihak ketiga, dan codecs proprietary. Jadi tidak usah susah-susah mencari tutorial buat memasang plugin mp3 untuk sekedar memutar file lagu mp3 misalnya. Kepraktisan dan kemudahan memang yang dicari oleh pengguna Linux yang baru mengenal Linux. Hmmm… saya belum coba mainan lainnya di LinuxMint seperti web server, mysql database server atau bahasa pemrograman PHP. Atau mainan-mainan tidak lazim dan hanya dipergunakan oleh segelintir orang semacam Quantum GIS (qgis) dan GRASS. Secara umum sih LinuxMint12 Lisa dapat dipasang dan dinikmati langsung untuk keperluan Desktop sehari-hari menggantikan keruwetan yang masih banyak ditemui pada distro-distro yang memakai Gnome Shell 3 sebagai desktopnya. Hmmm pindah ke LinuxMint? He he he….. Kata seorang teman Linux itu baru terasa kalau sudah diporek dan menemui kesulitan… makin sulit, nyeleneh.. makin terasa linuxnya.
READMORE